Kisah Celana Dalam dan Kematian Pemimpin ISIS Al Baghdadi

Kisah Celana Dalam dan Kematian Pemimpin ISIS Al Baghdadi

Setelah 9 tahun perburuan, dari tahun 2010 tokoh ISIS no.1, Al Baghdadi akhirnya dinyatakan tewas. Al Baghdadi bunuh diri dengan meledakkan diri di dalam sebuah terowongan beserta ketiga putranya dalam sebuah pengepungan tentara AS yang memburunya.

Tempat persembunyian pemimpin ISIS ini terbongkar setelah seorang mata-mata mencuri celana dalam pria ini. Dari celana dalam ini kemudian diperiksa jejak DNAnya dan diperoleh kesamaan DNA, bahwa yang bersembunyi itu adalah benar Pemimpin ISIS Al Baghdadi.

“Sumber kami, yang sangat mampu menjangkau Baghdadi, membawa celana dalamnya untuk melakukan tes DNA dan membuat kami yakin (100%) bahwa pria yang tengah dipertanyakan itu adalah Baghdadi sendiri,” tulis Polat Can, seorang penasehat senior kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF) seperti yang dilansir dari Reuters, Selasa (29/10/2019).

Polat Can mengatakan, sejak 15 Mei Pasukan Demokratis Suriah – SDF telah bekerja bersama CIA untuk melokalisir keberadaan Baghdadi. Dan dapat dipastikan bahwa tokoh ISIS itu telah berpindah dari Deir al-Zor di Suriah Timur ke Idlib. Pemimpin ISIS ini kerap berpindah lokasi dari Jarablus, pada saat berlangsungnya operasi ini.

Seperti dilansir dari cnbcindonesia.com , Polat Can menjelaskan “Semua intel dan akses ke Bahgdadi termasuk identifikasi lokasi, adalah hasil dari pekerjaan kami. Intelijen kami ikut andil dalam mengirimkan kordinat (lokasi).. membuat operasi ini sukses sampai menit terakhir,”

Baca juga:
Amerika terancam resesi yang lebih mengerikan dibanding dengan perang dagang

Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *